Senin, 13 April 2015

Rumah Kita

Assalamu'alaikum..
Bismillahirrahmanirrahiim…
 

 


Kita bukan penduduk bumi,
Kita adalah penduduk syurga.
Kita tidak berasal dari bumi,
Tapi kita berasal dari syurga.

Maka carilah bekal untuk kembali ke rumah,
Kembali ke kampung halaman.
Dunia bukan rumah kita,
Maka jangan cari kesenangan dunia.

Kita hanya pejalan kaki dalam perjalanan kembali kerumahnya.

Bukankah mereka yang sedang dalam perjalanan pulang selalu mengingat rumahnya dan mereka mencari Buah tangan untuk kekasih hatinya yang menunggu di rumah?
Lantas, apa yang kita bawa untuk penghuni rumah kita, Rabb yang mulia?

Dia hanya meminta amal sholeh dan keimanan, serta rasa rindu padaNya yang menanti di rumah.
Begitu beratkah memenuhi harapanNya?

Kita tidak berasal dari bumi,
Kita adalah penduduk syurga.
Rumah kita jauh lebih Indah di sana.

Kenikmatannya tiada terlukiskan,
Dihuni oleh orang-orang yang mencintai kita.
Ada istri sholeha serta tetangga dan kerabat yang menyejukkan hati.

Mereka rindu kehadiran kita,
Setiap saat menatap menanti kedatangan kita.
Mereka menanti kabar baik dari Malaikat Izrail.
Kapan Keluarga mereka akan pulang.

Ikutilah peta (Al Qur’an) yang Allah titipkan sebagai pedoman perjalanan.
Jangan sampai salah arah dan berbelok ke rumahnya iblis Laknatullah yaitu neraka

Kita bukan penduduk bumi,
Kita penduduk syurga.
Bumi hanyalah perjalanan.
Kembalilah ke rumah.

Jangan terlalu sibuk dengan dunia..

*Jangan Lupa Tinggalkan Komentarnya setelah membaca setiap artikel yang ada pada blog ini, shukron
Assalamu'alaikum.. 
By Putra Ramanda

Minggu, 01 Maret 2015

Trilogi Keseimbangan Ibadah (Iman-Ilmu-Amal)


Assalamu'alaikum..
Bismillahirrahmanirrahiim…
 
Saya menyebutnya trilogi keseimbangan ibadah, karena ketiganya harus senantiasa bersatu. Kurang sempurna bila beramal hanya bermodalkan iman saja tanpa ilmu. Kaburo maqtan ‘indallah (Allah marah banget) bila beriman dan berilmu tapi tanpa amal; dan akan percuma bila berilmu dan beramal tapi tanpa iman.

Simak ilustrasi berikut,
Ada seorang anak muda baru lulus kuliah, diterima bekerja di sebuah bank swasta nasional. Ini anak sejak kuliah sudah rajin shalat tepat waktu, dhuha nggak pernah ketinggalan, baca Qur’an dan bangun malem jadi kebiasaan sehari-harinya.

Di tempat kerjanya, ia adalah type anak muda yang workaholic (gila kerja). Kalau sudah kerja, serius banget, ampe-ampe lupa yang lain. Pokoknya mah target tercapai, prestasi bagus, atasan seneng. Pergi pagi, pulang sore, kadang malam di rumah masih ngerjain ini itu juga buat kantornya. Subhanallah… di usianya yang relatif muda dan masa kerja yang seumur jagung, karirnya melesat dengan cepat. Melampaui karir para seniornya, bak pembalap MotoGP Valentino Rossi, pembalap kelahiran Urbino Italia, 16 Februari 1979 yang menjuluki dirinya The Doctor. Wah pokoknya manteb dah.

Dengan gagahnya, ia ambil kredit rumah dan mobil sebelum menikah — yang seharusnya lebih ia prioritaskan.

Perubahan life style ternyata mempengaruhi ibadah stylenya. Shalat lima waktu yang dulu selalu on time, kini berubah jadi in time. Masih inget shalat saja dah mending istilahnya mah. Boro-boro ngerjain dhuha tiap hari, seminggu sekali dua raka’at saja udah syukur. Baca Qur’an dan bangun malem hanya dilakoni pas ketemu Ramadhan saja. He he he masih mendingan sih.

Hingga suatu saat datanglah teguran dari Allah.
Bank tempat ia bekerja harus dilikuidasi sebagai imbas krisis moneter. Diapun akhirnya terpaksa harus dirumahkan. Stress, bingung, mau teriak… malu ama tetangga, mau menyalahkan bingung siapa yang harus disalahkan. Akhirnya ia kembali menjadi cicak musholla.

Di sana ia baru tersadarkan bahwa karunia yang ia terima selama ini sebagai hadiah karena kedekatannya dengan Allah semasa ia kuliah dan do’a orangtuanya.

Ia tersadarkan saat ada ustadz yang mengajarkan Tafsir Al-Alusy dalam taklimnya bahwa Allah akan memberikan kehidupan yang baik berupa rasa qona’ah terhadap anugerah rizki dan segala kebaikan yang disajikan Allah di dunia dan keselamatan di akhirat bagi siapa saja hamba-Nya yang beriman dan beramal shaleh sebagaimana Allah jelaskan di Qur’an Surat An-Nahl [16] ayat 97:

مَنْ عَمِلَ صَالِحًا مِنْ ذَكَرٍ أَوْ أُنْثَى وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَنُحْيِيَنَّهُ حَيَاةً طَيِّبَةً وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ أَجْرَهُمْ بِأَحْسَنِ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ
Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam Keadaan beriman, Maka Sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan Sesungguhnya akan Kami beri Balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.
(Q.S. An-Nahl [16]: 97)

Andai ia tahu dari dulu, andai ia punya ilmu dari dulu bahwa ibadahnya sangat mempengaruhi kehidupannya, pastilah ia akan terus istiqomah dalam beribadah, tidak malah semakin jauh dari Allah. Semakin malas mengerjakan ibadah-ibadah sunnah yang sangatlah berpengaruh bagi hidup dan kehidupannya.

Itulah gambaran orang beramal tanpa ilmu dan keyakinan penuh kepada Allah, bahwa Allah-lah yang memberinya rizki, Allah-lah yang sudah menjadikan ia sejahtera, Allah-lah yang telah menjadikannya begini dan begitu. Dialah yang Maha segalanya.

Ada juga contoh orang yang kurang ilmunya dalam beribadah.

Syahdan, seorang hamba berdo’a agar dikasih rezeki yang banyak. Sekian tahun dia berharap akan terkabulnya doa tersebut, yang ada bukan hartanya yang bertambah tapi malah anak tiap taon lahir satu-satu nggak terasa eh ternyata sudah setengah lusin… he he he.

Kalaulah dia tidak punya ilmunya, maka yang terjadi adalah ia enggak mau bersyukur sama Allah. Yang ada malah protes, “Saya mintanya rizki berupa uang kok malah dikasih anak.’’

Dia nggak sadar bahwa Allah punya rencana, siapa tahu di antara anaknya yang enam itu yang kemudian mengangkat derajatnya menjadi orang kaya dan mulia dalam pandangan Allah maupun manusia.

Ada yang malah kebalikannya, berdo’a minta rizki berupa anak, sama Allah malah dikasih karir yang melesat dengan cepat, bisnis makin maju, punya ini dan itu, tapi anak yang dinanti tiada kunjung hadir. Kalaulah dia nggak tahu ilmunya maka yang terjadi dia akan kufur dan enggan lagi meminta bahkan kapok alias jera, enggak mau lagi berdoa. Padahal Allah berencana yang terbaik buat dia. Boleh jadi setelah punya ini dan itu dan segalanya sudah siap dia baru dianugerahi anak keturunan. Sebagaimana penjelasan dan motivasi Rasulullah SAW tentang do’a, dari Abi Sa’id, diriwayatkan Imam Ahmad dan Imam Al Hakim, bahwa selama do’a kita tidak berbalut dosa dan pemutusan silaturrahim, pastilah akan dijawab Allah.

Cuma, kitanya yang harus belajar dan makin banyakin lagi do’anya tambah keyakinannya lagi, karena ketahuilah Allah SWT menjawab dengan tiga cara, yaitu:


“ إمَّا أَنْ يُعَجِّلَ لَهُ دَعْوَتَهُ ، وَإِمَّا أَنْ يَدَّخِرَهَا لَهُ فِي الْآخِرَةِ ، وَإِمَّا أَنْ يَصْرِفَ عَنْهُ مِنْ السُّوءِ مِثْلَهَا “
 “Dipercepat pengabulan do’anya, disimpan buat si pendo’a di akhirat kelak, diganti dengan di-delete-nya keburukan yang seimbang dengan do’anya”

Saya menyebut tiga type pengabulan do’a sebagai berikut:
  1. Do’a yang dipercepat, yaitu do’a yang langsung dikabulkan, cespleng, minta A di kasih A, minta B dikasih B dan seterusnya.
  2. Do’a yang ditunda, yaitu dikabulkan tapi tidak hari ini tapi, mungkin esok’ lusa, minggu depan, bulan depan, tahun depan. Atau bahkan nanti di akhirat di saat tidak ada lagi perlindungan selain perlindungan-Nya, maka datanglah segerombol pahala do’anya yang terpanjatkan di dunia.
  3. Do’a yang dikonversi, sebagaimana contoh di atas, minta uang dikasih anak, minta anak dikasih harta.
Jadi, biar kita terus husnuzhzhon sama Allah, biar tambah paham akan hikmah di balik setiap pahit manisnya kehidupan, terus yakin sama Allah, terus istiqomah dalam beribadah, maka ada baiknya, iring teruuuus dengan banyak belajar, banyak membaca, banyak hadir di majelis-majelis ilmu dan lain sebagainya.

Saya mah yakin betul sebagaimana Uangkapan salah satu Ustadz yang saya fans kan, beliau mengungkapkan tentang perbedaan derajat antara orang yang beramal dengan ilmu dengan yang tanpa ilmu, sebab memang amalannya beda. Seseorang yang berilmu, akan beramal dengan ilmunya itu. Sehingga ada keyakinan dan harapan. Bukankah keyakinan dan harapan juga adalah sebuah kelezatan ibadah tersendiri?

يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ
 ….Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat….
(Al Mujaadilah : 11)

Subhanallah Walhamdulillah Walailahaillallah Wallahuakbar Walahaulawalaquwwattaillabillah.

*Jangan Lupa Tinggalkan Komentarnya setelah membaca setiap artikel yang ada pada blog ini, shukron
Assalamu'alaikum.. 
By Putra Ramanda


Rabu, 25 Februari 2015

Mari Kita Besarkan Harapan


Assalamu'alaikum..
Bismillahirrahmanirrahiim…

Besarkan harapan. Jangan besarkan masalah.

Besarkan harapan. Jangan memperbesar ketakutan.

Besarkan harapan. Jangan memperbesar kekhawatiran.

Besarkan harapan. Jangan memperbesar kegelisahan.

Besarkan Allah. Jangan besarkan orang-orang, siapapun dia. Orang kaya kah, pejabat kah, orang terkenalkah.

Besarkan Allah. Jangan besarkan otak, pikiran, dan juga ikhtiar. Lalu kita bersandar kepada otak, pikiran, dan ikhtiar.

Keindahan dan Kesucian Al-Qur'an mengajarkan diri saya, untuk hanya melihat dan bersandar kepada Kebesaran Allah. InsyaaAllah kepercayaan diri, keyakinan, akan membesar. Tidak lemah, dan tidak melemah. Tidak kecil, dan tidak mengecil.

Setiap kali masalah membesar, setiap kali kesulitan membesar, selalu saya ajarkan diri saya, untuk melihat Kebesaran Allah. Apakah lebih besar masalah dan kesulitan saya? Masalah dan kesulitan kita-kita? Atau Kebesaran Allah yang lebih besar? Selalu. Selalu Allah Yang Lebih Besar. Allahu Akbar.

Jika Masalah yang kita hadapi tidak ketemu jalan keluar, maka mintalah bantuan Allah swt, selalu dekatkan diri kepada Allah SWT, jangan pernah mengeluh, Allah tidak pernah mengeluh, tidak pernah berhenti bersabar mengunggu kita kembali kejalan-Nya,kembali untuk Taubatan Nasuhah. Semoga kita semua selalu memberikan Rahmat dan hidayahnya untuk kita semua. Amin Yaa Rabbal'alamin.

*Jangan Lupa Tinggalkan Komentarnya setelah membaca setiap artikel yang ada pada blog ini, shukron
Assalamu'alaikum.. 
By Putra Ramanda

Selasa, 24 Februari 2015

Ciri-Ciri Orang Munafik


Assalamu'alaikum..
Bismillahirrahmanirrahiim…

Dalam Islam, Munafik adalah salah satu kategori atau golongan manusia yang diletakkan tarafnya lebih rendah daripada Muslim biasa. Terdapat 30 ciri orang-orang yang dikategorikan sebagai yang dapat disebut munafik melalui petikan Hadist Rasulullah S.A.W. Di dalam kehidupan sehari-hari, kita kerap mendengar perkataan "Munafik" diucapkan orang. banyak lagi ciri-ciri orang yang munafik, namun kali ini saya memposting 30 saja ciri-ciri tersebut, Mudah-mudahan Allah SWT mengampunkan segala Dosa2 kita selama ini dengan Taubat sebenar-benar taubat. Insyaallah.

30 Ciri tersebut adalah :

1. Dusta
2. Khianat
3. Fujur dalam pertikaian
4. Ingkar Janji
5. Malas Beribadah
6. Riya
7. Sedikit Berzikir
8. Mempercepat Sholat
9. Mencela Orang taat dan sholeh
10. Mempermainkan Al-Qur'an, As-Sunnah dan Nabi Muhammad SAW
11. Bersumpah Palsu
12. Enggan Berinfak
13. Tidak Menghiraukan Nasib orang-orang Muslimin
14. Memperbesar kesalahan orang
15. Mengingkari Takdir
16. Mencari kehormatan orang sholeh
17. Sering Meninggalkan Sholat Berjamaah
18. Membuat kerusakakan dimuka bumi dengan dalih mengadakan perbaikan
19. tidak sesuai antara Zahir dengan bathin secara zahir
20. Takut dengan kejadian apa saja
21. Mengelak dengan alasan bohong
22. Menyuruh kemungkaran dan mencegah kemakrufan
23. Bakhil
24. Lupa kepada Allah SWT
25. Mendusta Janji Allah dan Rosul
26. Lebih memperhatikan zahir mengabaikan bathin
27. Sombong dalam berbicara
28. Tidak memahami masalah-masalah agama
29. Berpura-pura dalam dosa
30. Senang melihat orang lain susah, susah melihat orang lain senang.

Mudah-mudahan saya pribadi dan kita semua terhindar dari semua ini , Cukup hina kita ini dimata Allah SWT, terlebih dosa-dosa yang selama ini kita perbuat tidak sebanding dengan yang Allah telah berikan kepada kita didalam dunia ini. Kepada Allah SWT saya minta ampun kepada sahabat-sahabat semua saya minta maaf atas kesalahan saya selama hidup didunia ini.

*Jangan Lupa Tinggalkan Komentarnya setelah membaca setiap artikel yang ada pada blog ini, shukron
Assalamu'alaikum.. 
By Putra Ramanda

Jadilah Pengusaha Kesayangan Allah SWT



Assalamu'alaikum Sahabat..
Bismillahirrahmanirrahiim…

“Apakah ada salah seorang di antaramu yang ingin mempunyai kebun kurma dan anggur yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; dia mempunyai dalam kebun itu segala macam buah-buahan, kemudian datanglah masa tua pada orang itu sedang dia mempunyai keturunan yang masih kecil-kecil. Maka kebun itu ditiup angin keras yang mengandung api, lalu terbakarlah. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepada kamu supaya kamu memikirkannya” (QS Albaqarah 266)

Sebagai pengusaha tentu kita tidak ingin bisnis yang telah dibangun musnah begitu saja seperti perumpamaan pada ayat di atas. Kita semua menginginkan apa yang kita bangun bertahan lama, sustain, memberikan banyak manfaat, baik untuk keluarga, anak keturunan dan masyarakat luas. Disinilah pentingnya menjadi spiritual entrepreneur, pengusaha kesayangan Allah SWT yang sejak dari awal memulai bisnisnya sandarannya Allah dulu, Allah lagi dan Allah terus.

Pengusaha kesayangan Allah SWT itu membangun bisnisnya dengan berpegang pada 8 prinsip yaitu Aamanna, Faghfirlana, Waqinaa’azabannar, Ash-shobiriina, Ash-shodiqiina, Alqonitiina, Al-munfiqiina dan Mustaghfiriinabil ashaar. Itulah delapan prinsip yang diekstrak dari Surat Ali Imran ayat 16-17 yang jika diimplementasikan akan mendorong bisnis kita menjadi usaha-usaha yang barokah, bermanfaat luas dan jangka panjang.

Delapan  prinsip itu membentuk mozaik postur pengusaha yang selalu diliputi pertolongan Sang Pemilik Modal Utama. Prinsip pertama adalah Aamanna, yakin hanya Allah yang berkehendak. Inilah titik zero yg justru menjadi pelipat ganda kekuatan. Prinsip kedua adalah Faghfirlana, minta ampunan Allah SWT atas dosa masa lalu yang kerap menghalangi pertolonganNya. Prinsip yang ketiga adalah Waqina ‘adzabannaar, menjaga diri dari api neraka. Inilah prinsip yg membangun komitmen untuk selalu berusaha bersih dari dosa.

Jika prinsip pertama adalah pondasi, prinsip kedua dan ketiga adalah “pembersihan” atas segala penghalang pertolonganNya.

Prinsip keempat adalah Ash-Shobiriina. Sabar, baik dalam amaliyah, menahan diri dari maksiat atau ketika mengelola nafsu. Prinsip yang kelima adalah Ash-Shodiqiina. Selalu lurus dan jujur dalam pikiran maupun tindakan. Prinsip keenam adalah Al-Qonitiina. Selalu taat akan perintah Allah. Perintah Allah adalah prioritas di atas segala aktivitas.

Ketika prinsip kedua dan ketiga telah membersihkan diri kita, prinsip keempat, kelima dan keenam  menjadi pagar penjagaan.

Dua prinsip berikutnya adalah roket pendorong untuk bergerak lebih cepat menuju Quantum Changing. Prinsip ketujuh adalah Al-Munfiqiina, yaitu menafkahkan harta di jalan Allah baik dalam kondisi lapang maupun sempit. Prinsip kedelapan adalahMustaghfiriina bil Ashhaar, beristighfar di waktu sahur, berdiri hidupkan malam dengan melaksanakan shalat Tahajud.

Prinsip ketujuh dan kedelapan adalah tradisi para kekasih Allah, prinsip yang akan jadi “pesawat jet” bagi para pengusaha.

*Jangan Lupa Tinggalkan Komentarnya setelah membaca setiap artikel yang ada pada blog ini, syukron
Assalamu'alaikum.. 
By Putra Ramanda


Senin, 23 Februari 2015

Negeri


Assalamu'alaikum Sahabat..
Bismillahirrahmanirrahiim…

Bicara tentang negeri, saya teringat dengan kisah yang termuat dalam Q.S. Al Fiil, tentara gajah. Salah satu pasukan terbaik yang pernah ada di muka bumi saat itu. Perlambang kekuatan.

Salah satu kemuliaan yang Allah berikan untuk suku Quraisy di antaranya adalah menjadi penjaga Ka’bah, Rumah Allah. Abrahah, seorang Gubernur Habasya berambisi menghancurkan dan meratakan Ka’bah dengan tanah.

Singkat cerita, pasukan Abrahah sudah bergerak menuju Mekkah. Quraisy, sebagai imam para suku dan suku-suku lain, dengar dan tahu. Abrahah dan pasukannya berkemah di tempat yang tidak jauh dari Mekkah. Mereka menjarah ternak-ternak dan dagangan-dagangan orang-orang Mekkah.

Abdul Muthallib, pemimpin suku Quraisy, menemui Abrahah. Pemimpin bertemu pemimpin. Ia meminta agar apa yang dirampas oleh Abrahah dikembalikan. Abrahah tertawa dan heran. “Engkau dan kaummu tahu bahwa aku dan pasukanku datang untuk menghancurkan Ka’bah. Tapi bukannya meminta kami balik kanan ke negeri kami, kau malah meminta yang kecil, remeh temeh…”

Abrahah heran. Ya. Abrahah heran. Ada kesempatan Abdul Muthallib meminta ampunannya Abrahah dan memohon agar jangan menghancurkan Ka’bah. Tapi yang Abrahah dengar malah Abdul Muthallib minta agar Abrahah mengembalikan ternak-ternak dan dagangan orang-orang Mekkah yang dirampas.

Abrahah menganggap Abdul Muthallib dan Quraisy seperti tidak memikirkan Ka’bah. Tidak memikirkan kepentingan nasional, begitu kira-kira.

Apa jawaban Abdul Muthallib?
“Kami minta yang memang milik kami. Ka’bah itu  sendiri ada yang punya, yakni Allah. Biar saja engkau dan pasukan bergajahmu berurusan dengan Allah, Pemilik Ka’bah. Robbul Baitil ‘Atiiq…”

Pembicaraan antar pemimpin selesai. Abrahah tidak mau mengembalikan apa yang sudah dirampasnya.

Hari yang ditetapkan tiba. Pasukan bergajah diberangkatkan. Deru debu, suara lengkingan gajah-gajah yang terlatih memang untuk perang, teriakan pasukan tempur Abrahah terasa begitu mencekam. Namun, apa yang terjadi di seputar Ka’bah? Mereka meyakini bahwa Allah pasti menjaga Rumah-Nya. Bila satu hal sudah mau dilindungi Allah, sudah mau ditolong Allah, maka tidak ada yang bisa melawan kehendak Allah. 

Keyakinan Abdul Muthalib dan pembesar-pembesar Quraisy menenangkan seluruh penduduk negeri Mekkah dengan berbagai  sukunya. Ka’bah dan semua jengkal di bumi ini milik Allah. Termasuk Indonesia.  Sejatinya, Allah pasti bela jika ada yang mau merusak. Masalahnya, jika Allah biarkan hancur, rusak, kacau, jangan-jangan emang tidak pantes buat dibela, tidak pantes dilindungi, ditolong.

Pasukan gajah berangkat membawa serta Abrahah dan kesombongannya: seakan gajah itu milik mereka dan bisa mereka kendalikan. Apalagi gajah-gajah itu sudah dilatih dan dipersiapkan untuk perang. Tentu saja bukan gajahnya bukan macam taman safari yang “sekadar” ngarep kacang.

Perlu diingat bahwa gajah-gajah itu dan apapun di dunia ini milik Allah. Pengendali mereka adalah Allah. Termasuk semua senjata sejak tahun gajah hingga termodern kelak milik Allah.

Karena milik Allah. Maka pengendali sebener-benarnya adalah Allah. Bukan manusia. Apapun itu. Nuklir, drone, tank, rudal, dan seterusnya.

Gajah-gajah pun bertempur dengan menggunakan pakaian perang, memakai pelindung kepala besi, diarahkan penunggangnya ke arah Ka’bah. Gajah-gajah itu berangkat bagai drone, nuklir, rudal, tank, yang sudah dilepas menuju target yang sudah di-locked.

Keanehan terjadi. Sampe di sini, coba buka dulu Q.S. Al-Fiil dan Quraisy. Kisah ini diceritakan langsung oleh Penyaksi dan Pengendali Sejarah. Baca teksnya. Baca artinya. Berulang dan berulang.

Sebelum lagi kemudian burung-burung Ababil diterbangkan Allah membawa batu-batu kerikil dari neraka terjadi keanehan…

Keanehannya apa? Baca aja dulu dua surah itu dengan artinya. Jangan sekali. Tapi berulang dan berulang.
Burung-burung Ababil itu bagaikan drone super canggih yang dimiliki Allah, bahkan bukan saja untuk manusia pada zaman itu, tetapi juga bagi manusia sepanjang zaman.

Jika manusia, khususnya masyarakat Indonesia, mau punya senjata yang seperti ini, yang dikeluarkan Allah langsung dari sisi-Nya, yang pastinya tidak ada lawan, mudah saja. Tidak perlu menggunakan anggaran APBN. Tidak perlu beli kemana-mana.

Aneh juga jadinya jika tank-tank, kapal-kapal selam, drone, dan senjata-senjata super canggih dibelinya bahkan dari negara-negara lain. Makin nggak ada rahasia negara. Kecuali kalau kita buat sendiri.

Senjata milik Allah, belinya pake ketakwaan aja. Allah tidak butuh uangnya manusia. Bertakwa aja yang benar. Nanti Allah persenjatai.

Oke, selamat membaca Q.S. Al-Fiil dan Q.S. Quraisy. Mudah-mudahan Allah SWT memberikan Rahmat dan Hidayahnya untuk Kita Semua.
Subhanallah Walhamdulillah Walailahaillallah Wallahuakbar Walahaulawala Quwwattaillabillahil'alyyl'adzim.

*Jangan Lupa Tinggalkan Komentarnya setelah membaca setiap artikel yang ada pada blog ini, syukron
Assalamu'alaikum.. 
By Putra Ramanda

Do'a yang Wajib Dibaca Setelah Sholat Fardhu



Assalamu'alaikum Sahabat..
Bismillahirrahmanirrahiim…




يافتاح يا رزاق يا محول الاحوال حول احوالنا الي احسن الحال حسبنا الله ونعم الوكيل نعم
المولى ونعم النصيرلا حول ولا قوة إلا بالله العلي العظيم

Sahabat, Dibaca 3, 11, atau 33x stlh shalat fardhu ya Sahabat.

"Yaa Fattaah, Yaa Rozzaaq. Yaa Muhawwilal ahwaal, hawwil ahwaalanaa ilaa ahsanil haal.
Hasbunawllooh wani’mal wakiil. Ni’mal maulaa wani’mannashiir. Laa hawla walaa quwwata illaa billaahil ‘aliyyil ‘adzhiim."

Artinya :
Yaa Allah, Yang Maha Membuka, Yang Maha Memberi Rizki. Ubahlah keadaan kami menuju keadaan yg lebih baik lagi.
Cukuplah Engkau sebagai Pelindung dan Penolong kami. Tidak ada daya kecuali Engkau ya Allah Yang Maha Agung.

Bacanya disiplin, 3x, 11x, atau 33x, setelah shalat fardhu. Disiplinin bener. 3hr, 7hr, 14hr, 21hr, 40hr, atau malah selama 100hr. Tembusin. Kalo saran saye sich sampai nyawa ane dicabut sama Malaikat Allah SWT.

Habis baca ini, berdoa dah. Pengen diubah dari apa ke apa?

Dari jelek ke cakep, ga bisa. Udah takdir, he he. Bercanda ya. Ga ada yg ga bisa. Semua, Allah bisa. Lagian, mana ada yg jelek? Semua cakep.

Ok, ambil kertas, bikin absen wirid ini. Benar2 jalanin. Benar2 disiplinin. Selamat menikmati perubahan. Tar Allah Yang Bimbing gimana2nya.

*Jangan Lupa Tinggalkan Komentarnya setelah membaca setiap artikel yang ada pada blog ini, shukron
Assalamu'alaikum.. 
By Putra Ramanda